SUMPAH PAGURON

Sebuah Bahan penerapan.

Setiap warga Paguron Candra Dimuka Syahbandar Kari Madi Sunda Besar tentunya telah meyakini bahwa Sumpah Paguron yang terdiri dari Lima aturan ( sila ) yang dibuat oleh sang Pewaris Tunggal dan Peletak Dasar Ke ilmuan Syahbandar Kari Madi Nurseno SP Utomo, S.H. Namun dalam perkembangan sampai saat ini masih ada yang belum sepenuhnya memahami makna dan Hakekat dari Sumpah Paguron yang sering diucapkan ketika berada dalam latihan. Hal seperti ini wajar, karena kapasitas dalam memahami tergantung dari kemampuannya, padahal Sumpah Paguron adalah Dasar yang utama dalam pembentukan dan mempunyai tujuan yang bersifat mendidik, menempah dan menggodok warganya agar nantinya menjadi insan-insan yang paripurna yang berjati diri Syahbandar Kari madi dengan tujuan membentuk insan yang struktural, profisional, handal, kebal dan tidak pernah gagal dalam melaksanakan tugasnya.

Atas ijin dan ridhonya Guru Besar V Syahbandar Kari Madi. Gapura Diningrat Panca Dinika Sabda Alamanda Asma Purana Saki Kirti Praja Karana Swargamaniloka. serta tanpa mengurangi rasa hormat Kami berupaya untuk menjabarkan makna dari Sumpah Paguron. Yang di awali dengan bahasan dari kata Sumpah yang mempunyai arti ikrar atau janji yang harus dilaksanakan dan di Implementasikan, sedangkan Paguron adalah suatu tempat atau wadah dalam proses belajar dan mengajar sebuah keilmuan, jadi yang dimaksud dengan Sumpah Paguron adalah suatu ikatan yang mengikatkan diri setiap warganya untuk mengikuti, mentaati danmelaksanakan aturan – aturan yang telah ditetapkan dalam paguron itu sendiri.
Adapun yang termuat dalam Sumpah Paguron sebagai berikut :

1. PERCAYA ADANYA ALLAH SWT

Adalah sikap ketakwaan seluruh warga Syahbandar Kari Madi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Menyadari sebagai manusia adalah makhluk ciptaanNya wajib memiliki Kesadaran bahwa keberadaannya di dunia ini sebagai ciptaan Ilahi, yang mengemban tugas untuk selalu mengabdi, menjaga, melestarikan, menyeimbangakan Alam dan mencintai sesama makhluk hidup ciptaan nya. Serta berkewajiban melaksanakan tugas amanah yaitu menjadi Utusan atau Pemimpin ( khalifah ) untuk membangun peradaban serta tatanan kehidupan di alam semesta ini, agar kehidupan umat manusia, makhluk hidup serta alam sekitarnya dapat tenteram, sejahtera, damai, aman sentosa dan tetap lestari sehingga dapat menjadi wahana mencapai kebahagiaan berseri menggapai swargamaniloka yang Insun Rahayu Balarea Waluya. Disebutkan dalam butir sebagai berikut :

1. Setiap warga Syahbandar Kari madi menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Tunggal, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda.

4. Membina kerukunan hidup di dalam berkehidupan yang harmonis.
5. Tidak memaksakan kehendak suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Dengan sikap ketakwaan ini, semua manusia merasa sama, yaitu berorientasi serta merujuk ke semua gerak langkah, serta sepak terjangnya, demi mencapai ridlo Ilahi, Tuhan Yang Maha Bijaksana. Ini mendasari pembangunan watak, perilaku, serta akhlak manusia. Sedangkang akhlak manusia akan menentukan kualitas dan kuantitas hidup dan kehidupan, pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk dari sikap ketakwaan seseorang adalah sikap hasrat serta kemauan kerasnya untuk bersatu.

2. MENJUNJUNG TINGGI HAK AZASI MANUSIA

Setiap warga Syahbandar Kari Madi tidak mengenal adanya perbedaan tingkatan sosial, tingkat kecerdasan, dan perbedaan-perbedaan lain tapi sebaliknya dengan menjujung tinggi hak azasi setiap manusia dengan sebenarnya alat pemersatu dalam komposisi kehidupan yang serasi serta bersinergi. Hanya ketakwaan dan ketulusan hatilah yang mampu menjadi pendorong tumbuhnya manusia akan merasa memiliki satu tujuan hidup, satu orientasi hidup, dan satu visi misi di dalam Paguron untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa. Disebutkan dalam butir sebagai berikut :

1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk yang berbudi pekerti dan berbudaya.
2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemanusiaan yang berperadaban.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan bersifat positif dan membangun.
7. Warga Syahbandar Kari Madi merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

3. BERAKHLAK MULIA

Dengan sikap kesadaran yang tinggi dalam berilmu serta hasil manfaat yang diperoleh maka timbulnya akan suatu perbuatan mulia sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban warga atau insan Syahbandar Kari Madi kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu semua perilaku, budi daya, cipta, rasa, karsa, dan karyanya di dunia ini tiada lain dilakukan hanya semata-mata sebagai bentuk perwujudan untuk melestarikan alam semesta dan mensejahterakan sesama Mahkluk hidup lainnya. Berkemampuan untuk berkarya, berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negaranya.
Adanya sikap untuk memanfaatkan serta mengendalikan kemampuan, kekuasaan, dan kewenangan secara arif dan bijaksana (tidak menyalahgunakan kewenangan). Senantiasa mampu menguasai, mengendalikan, serta mengelola dirinya sendiri, sehingga mampu menyelesaikan semua persoalan hidup yang dihadapinya, tanpa kesombongan, artinya setiap warga Syahbandar Kari Madi akan mampu mencerminkan nilai-nilai luhur yang mempunyai kekuatan diri dalam mewujud kan kemuliaan akhlak budi pekerti yang berjiwa Satria. Disebutkan dalam butir sebagai berikut :

1. Melaksanakan perbuatan yang terpuji dengan berjiwa luhur.
2. Bersikap Welas Asih dan menebar kasih sayang kepada sesama.
3. Mampu melakukan perbuatan yang bijaksana dan bermanfaat bagi orang banyak ( berkarya ).
4. Mengutamakan kepentingan Ilmu diatas kepentingan Pribadi.
5. Suka memberi, menolong dan membantu orang lain atas dasar keikhlasan.

4. GIGIH BERJUANG MEMBELA KEBENARAN

Makna Gigih Berjuang Membela kebenaran yang artinya mampu menghadapi, menanggulangi, dan mengatasi semua bahaya, ancaman, tantangan, gangguan, serta hambatan yang dihadapinya setiap saat, dengan modal kepandaian, kepiawaian, kecakapan, akal, budi pekerti, ilmu, pengetahuan, kecerdikan, siasat, dan ketekunan yang dimilikinya berdasarkan atas kebenaran. Dengan modal itu, seseorang diharapkan mampu mengatasi semua permasalahan dengan cara yang optimal, tanpa melalui pengorbanan ( mendatangkan dampak negatif ). Dengan kata lain berjiwa satria ( kuat dan tegar ) mampu dalam menghadapi situasi dan kondisi dalam warna warni kehidupan tanpa merasa lelah, letih, resah, gelisah dan payah dengan berjalan diatas suatu kebenaran yang hakiki. Disebutkan dalam butir sebagai berikut :

1. Bersikap sebagai Satria dan Berani membela kebenaran dan keadilan dengan bijaksana tanpa pamrih.
2. Mampu menempatkan diri dalam kepentingan dan keselamatan paguron sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
3. Mampu mempertanggungjawabkan segala sesuatu atas perbuatan baik, benar maupun salah yang telah dilakukannya.
4. Berani mengakui kesalahan dengan mengutamakan Kejujuran.
5. Menyelesaikan suatu masalah dengan bijak tanpa berakibat menimbulkan masalah baru.

5. TAAT DAN DISIPLIN PADA ATURAN PAGURON

Adalah melaksanakan kewajiban dan menjujung tinggi aturan dan peraturan di dalam paguron. Oleh karena itu sebagai warga Syahbandar Kari Madi di dalam naungan wadah paguron senantiasa mentaati aturan yang telah di tetapkan. Memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas masing-masing di dalam lingkungan Paguron secara baik, benar, dan tepat. Turut serta membangun kehidupan bermasyarakat di dalam paguron maupun di luar paguron secara baik dan benar, seingga dapat menciptakan ketenteram, kedamaian dan keharmonisan. Berperan aktif menjaga nama baik keilmuan di dalam paguron, melaksanakan dan menjujung tinggi Patalekan (Guru, Ratu, Ibu, Bapak dan Tetangga ) karena merupakan hal yang mendasar dan tidak bisa ditawar lagi. Hal ini akan mempengaruhi proses kelancaran dalam visi misi keilmuan Syahbandar Kari Madi.
Disebutkan dalam butir sebagai berikut :

1. Setiap warga wajib melaksanakan peraturan dan aturan main di dalam paguron yang bersifat mengikat.
2. Menjaga nama baik, etika dalam paguron.
3. Melakukan disiplin diri dan memberi contoh yang baik.
4. Menunjukan perilaku dan sifat arif bijaksana sebagai insan yang berilmu.
5. Menjunjung Tinggi dan Bertanggung jawab penuh atas keberadaan paguron.

Dengan memahami serta melibatkan kesadaran tinggi serta mampu melaksanakan, menjunjung tinggi dan mengimplementasikan aturan dan peraturan yang tersusun dalam sumpah paguron, maka terciptanya perilaku yang luhur disetiap warga dengan berjiwa tangguh, tanggap., trengginas dan terampil ( 4 T ). Perilaku sifat yang mulia tersebut menjadikan insan Syahbandar Kari Madi mempunyai daya Kualitas dan Kuantitas yang sangat baik disetiap pribadinya masing-masing yang sarat atas kapasitas diri.
Atas dasar hal tersebut maka disetiap paguron dipastikan akan bermunculan seorang pemimpin ( khalifah ) yang berbudi pekerti luhur, berjiwa besar serta mampu membawa visi misi Syahbandar Kari Madi sampai ke tujuan.
Terima Kasih..

WWW.SKMGLOBAL.WORDPRESS.COM

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: