KIRIMAN SIMPATISAN

MENGHARGAI DIRI PRIBADI

Wejangan Pujangga

Dikirim oleh simpatisan skm

April, 2009

Ke Satu

Di segala hal jangan terlalu bisa (sok tau) untuk memastikan, sebab banyak kejadian yang sangat buaaanyak sekali penyebab faktor kejadiannya yang bisa menyebabkan hal yang tak terduga efek samping dari hal tersebut. Seperti sebuah kata kata bijak yang pernah ada,”(bahwa) yang disebut manusia itu memang kewajibannya untuk selalu berusaha, akan tetapi kepastian adalah (tetap) selalu di tangan Tuhan yang Maha Tau”. Jadi, tidak semestinya kalau manusia itu mengetahui perihal perihal yang belum terjadi, kalaupun dapat (kesempatan) untuk mengetahuinya sebaiknya tidak diberitahukan kepada setiap orang secara jelas dan gamblang, sebab ketika digunakan untuk keperluan yang tidak baik akan mencelakakan yang memberi tahukan dan yang diberitahu (yang mengunakan untuk keperluan tidak baik).

Ke Dua

Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan, sama seperti sebuah perkataan yang umum diucapkan : “(berlaku) sabar itu adalah “jalan utama” untuk mendapatkan “jalan surga”, yang dimaksud disini adalah ketentraman dan kedamaian (dalam menjalani kehidupan)”. Sabar, adalah “seperti” kemampuan untuk membawa segala macam percobaan dalam menjalani kehidupan yang akan bisa untuk mendewasakan diri. (akan tetapi kesabaran itu) juga bukan berarti tidak mempunyai pengaharapan di kerenakan “tidak berdaya lagi” untuk berjuang demi sebuah harapan, Lawan katanya (adalah) malah terlalu besar dalam sebuah harapan dan (berharap) seolah olah mampu untuk mendapatakan apa saja yang ada di dunia ini (tanpa disertai rasa mawas diri dan kesabaran).

Ke Tiga

(ketahuilah) Keadaan di dunia ini tidak ada yang tetap abadi, selalu berubah dan bergerak, Jikalau dirimu kebetulan “mempunyai” harta kekayaan dan “sedang menjabat” (jabatan/berpangkat dalam sebuah pekerjaan) jangan terus merubah kebiasaan dengan tidak menghargai orang lain (menganggap remeh orang lain), selalu mengedepankan (kemampuan) kekuasaan nya untuk berbuat se-mau gue kepada setiap orang tanpa mau menghiraukan orang lain, Ingat (kepastian dari Sang Pencipta) kalau kekayaan itu gampang sekali jalan nya untuk hilang, Jabatan sewaktu waktu juga bisa tidak kita jabat lagi (sebab jabatan itu adalah titipan).

Ke Empat

Sebaiknya selalu dilakukan ketika orang yang lagi mendapatkan “keberuntungan” dan mendapat “kebahagiaan” itu selalu tetap ingat dan selalu mengucapkan rasa syukur kepada yang Maha Memberi. Selalu ingatlah (kepada kesabaran / “kebijaksanaan”/ “jalan utama menuju surga”) jika selalu melakukan berbuat seperti itu, selain bisa untuk menghilankan watak sombong juga bisa menerangkan pada diri kita sebuah rasa perasaan ikut merasakan perasaan bahwa manusia itu di lahirkan di alam dunia fana ini sebenarnya cuman menjadi “jalan” atau sebab untuk selalu menolong dan membantu kepada semua hal yang menjadi ciptaan Sang Semesta. (selalu) memberatas segala kesusahan/kesengsaraan jikalau diteruskan menjadi besar (akibat dilakukan terus menerus) adalah merawat dan memelihara kedamaian Dunia.
Ke Lima

Janganlah selalu menonjol nonjolkan segala macam kelebihan anda, apalagi selalu memamerkan kekayaan dan kepandaian anda, hasilnya perbuatan seperti itu hanya membuat dirimu menjadi cibiran orang lain dan dianggap ga’ penting gitu hloo…. lebih baik ikutilah perilaku dari tumbuhan padi (wet paddy bahasa linggis nya… hehehehehehe), padi yang berisi pasti merunduk (maksudnya mungkin adalah mengedepankan sopan dan santun), padi yang belum merunduk menandakan bahwa padi tersebut kosong tanpa isi pada bulir padinya (kesombongan sebenarnya adalah keinginan untuk selalu diakui orang lain tanpa adanya penghargaan kepada orang lain).

Ke Enam

Merasa selalu mempunyai (segala hal) dan selalu “merasa” memiliki perasaan (terhadap banyak hal), itu kalau ditulis jelas hanya cuman di bolak balik saja, akan tetapi sebenarnya artinya berbeda jauh ibaratkan bumi dan langit. (arti) Kata yang pertama menjelaskan watak yang selalu menonjolkan, (sifat) bengis dalam segala perbuatannya, jikalau ingin mencapai sebuah keinginan selalu mengunakan berbagai macam cara, semua perbuatan yang tecela pun dilakukannya untuk mendapatkan keinginan nya. Sedang yang kedua artinya adalah penuh dengan belas kasih, (mengutamakan) kebijaksanaan di setiap perilaku, merasa berdosa jikalau melakukan perbuatan yang membuat orang lain tersakiti/kecewa/sedih/rendah diri.

Ke Tujuh

Walaupun besi itu pada kenyataan nya memang keras, akan tetapi jikalau sudah “terkena” karat ya bakalan menipis habis. Begitu juga yang berlaku pada manusia yang terkena persaan iri hati, hatinya sedikit demi sedikit bakalan menipis, selalu merasa bahwa dia selalu tidak mendapatkan keberuntungan, sehingga kehilangan semangat dan daya juangnya untuk bekerja dan berkarya, hasilnya akhirnya hatinya menjadi kecil dan kehabisan harapan (dalam membangun impian-nya).

Ke Delapan

Jikalau anda secara badaniah dan rohaniah (ingin) tetap mendapatkan kesehatan dan kesalamatan, selalu ingatlah dua perkara ini :

– a –

Selalu untuk menjaga/mencermati segala hal yang sifatnya informasi yang kita terima dari orang lain, dicermati dan ditimbang lebih dahulu kebenaran dari informasi tesebut, sehingga kita tidak salah dalam mempercayai sebuah informasi yang di berikan kepada kita, sebab kesalahan dalam mendapatkan informasi bisa menyebabkan kita menjadi (berbuat) salah dan menyimpang.

– b –

Biasakan untuk berpikir lebih dulu tentang segala hal yang akan anda ungkapkan. Inti pointnya adalah pikirkanlah lebih dahulu dengan sebaik baiknya apa yang akan anda sampaikan, jangan sampai penyampaian anda membuat anda tidak disukai orang lain dikarenakan penyampaian anda membuat sakit hati orang lain, maka sebaiknya pertimbangkan lah dahulu segala sesuatunya. Jikalau tidak ada manfaat nya (bagi kita dan orang lain), lebih baik jangan (diteruskan) sebab bila diteruskan akan mendapatkan caci maki dari orang lain.

Ke Sembilan

(walau bagaimana pun) Cara bersembunyi nya, akan tetapi setiap orang itu kalau sudah di kodratkan dan sudah datang nya “waktu” dari kodrat tersebut (atau pun) ajal (waktu kematian), tidak akan dapat dihindari. (contoh seperti) hal ini memberikan sebuah peringatan kepada kita (semua), kalau manusia itu tidak mempunyai kuasa terhadap badan (pertumbuhan tubuh manusia) dan umur (nyawa manusia). Apalagi yang berbentuk barang (diluar tubuh manusia) yang hanya merupakan sebuah titipan contohnya seperti derajat, pangkat yang tinggi, (penilaian orang lain terhadap) keluhuran (perbuatan kita), kekayaan/harta benda, dan posisi penting (yang dia miliki). Oleh sebab itu janganlah takabur (berpikir semuanya mampu dilakukan sendiri), sombong terhadap kemampuan yang dimiliki dan memandang rendah orang lain yang tidak mengerti, Sebab masih ada penguasa segalah hal ( Sang Semesta) yang lebih berkuasa terhadap hal apa pun.

Ke Sepuluh

Mempercayai sebuah informasi jikalau tidak ditimbang dan diteliti (terlebih dulu) pasti akan bisa menyebabkan bencana (diakibatkan kesalahan pemahaman kita). Oleh sebab itu menahan diri untuk tidak gampang terpikat pada sebuah informasi yang tidak jelas kebenarannya, sudah termasuk cara dalam mencegah kesalahan kita dalam berpikir dan bertindak. Oleh sebab itu gunakan lah cara yang baik untuk mendapatkan sebuah informasi (yang benar), (cara tersebut adalah) menahan diri untuk tidak gampang mempercayai sebuah informasi (ketika kita sendiri tidak bisa/mampu membuktikan nya), memperbanyak informasi (wawasan yang lain) sebelum kita mempercayai informasi tersebut, (melakukan perbuatan untuk) tidak mempercayai sebuah informasi ketika kita mempertimbangkan dengan masak yang disertai alasan alasan yang jelas bahwa informasi tersebut akan menjerumuskan kita kepada sebuah hal yang salah.

Ke Sebelas

(ingatlah bahwa) Kemakmuran dan sebuah rasa nyaman (dan kenikmatan) seperti yang dirasakan orang orang yang kaya tersebut (sebenarnya adalah) di dapat dari memeras jerih payah rakyat yang buaaaanyak di bawah batas ambang kemiskinan.

Ke Dua belas

Yang disebut manusia yang sudah mendapatkan “kedewasaan yang sejati”, yaitu adalah manusia yang benar benar (secara jasmani dan rohani) menghadap pada jalan Ilahi (jalan kebenaran) (jalan kebahagian Abadi) (jalan yang sudah di kodratkan oleh Tuhan yang Menciptakan segala hal). Manusia yang seperti itu adalah adalah manusia yang mengerjakan segala dengan hati tulus, kesemuanya (pekerjaan dan perilaku manusia tersebut) hanya karena kecintaan nya kepada Sang Semesta/ Sang Pencipta Segala Hal/ Allah/ Tuhan. Tidak pernah (merasa) berkecil hati, kalau pun (merasa) kecewa, hal itu disebab kan karena perilaku dirinya sendiri yang dia anggap mengecewakan. (akan) Tetapi sebenarnya hasil perbuatannya bisa membuat “perbaikan” (perubahan kearah yang baik) yang bisa dirasakan oleh semua hal/bentuk sesama ciptaan Sang Maha Pencipta. Kebalikannya (adalah) manusia yang menjalakan (memamerkan) segala perbuatan – perbuatan baiknya disebabkan karena ingin dipuji/dihargai oleh orang lain, itu adalah tanda bahwa manusia tersebut melakukan segala hal bukan kerena kecintaan nya kepada Sang Maha Pemberi.

Ke Tiga belas

Melakukan segala hal yang bersifat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta itu sebaiknya jangan “hanya” dipakai untuk supaya keinginan mu terpenuhi/tercapai, tetapi (sebaiknya) lakukan lah hal tersebut (mendekatkan diri kepada Sang Pencipta) hanya karena anda ingin merasa dekat dengan Sang Pencipta. Sebab biasanya orang yang “hanya” meminta keinginan-nya saja kepada Sang Pencipta dengan “jalan” meminta terus menerus (hanya dikarenakan keuntungan pribadi), kemudian terkabul/terlaksana keinginan-nya, biasanya orang tersebut menjadi meremehkan (menganggap gampang/menggampangkan) segala hal tentang ketentuan dan kebikjaksana-an Sang Pencipta. (bisa) Disebut masih (ber)untung (sebab cuman menganggap segala hal mudah) jika tidak orang tersebut bukan cuman menganggap segala hal mudah akan tetapi malah terjerumus pada sikap sombong senang meremehkan kepada segala hal ciptaan dari Sang Pencipta.

Ke Empat belas

Ada sebagian komunitas (orang) yang mempunyai anggapan bahwa meminta pertolongan Sang Pencipta Segala Hal itu tidak ada gunanya (tidak ada manfaatnya). Disebabkan Sang Pencipta itu Maha Adil dan Maha Mengerti sehingga tidak akan memberikan/mengabulkan “permintaan” manusia manusia yang tidak pantas untuk diberikan/dikabulkan permohonan nya. Akan tetapi sepertinya orang orang seperti itu sepertinya lupa kalau Sang Pencipta Segala Hal tersebut Maha (ber)Belas dan Maha (peng)Asih. Ada juga sebagian komunitas (orang) yang tidak percaya kepada adanya Sang Pencipta Segala Hal, (hal itu sama saja) seperti tidak mempercayai kepada “perjalanan” dia sendiri sampai dia dilahirkan kedalam alam fana ini. Akan tetapi biasanya orang orang seperti itu bila terkena masalah dan pikirannya sudah buntu, biasanya malah tumbuh dari dalam hatinya kalau “Sang Maha Penguasa Segala Hal” itu ada dan kemudian malah memohon “sesuatu” kepada Nya.

Ke Lima belas

Orang yang terbiasa berlatih mengheningkan cipta kepada focus yang “murni” pada saat hatinya tenang, setahap demi setahap dan dilalui dengan tekun dan terus menerus, (kemudian) dikeranakan kebiasaan yang dilatihnya, orang tersebut akan bisa mengheningkan cipta juga disaat hati kalut dan bingung, dan ketika “bisa” (melakukan mengheningkan cipta disaat hati kalut dan bingung) kemudian terbiasa yang disebabkan dilatih secara terus menerus, maka orang tersebut akan “bisa” mengheningkan cipta dimana saja dan dalam kondisi apa pun. Sebab semua “hal itu” (mengheningkan cipta) adalah sebuah “cara” yang harus dilakukan berulang ulang dan dijadikan sebuah kebiasaan, sebuah cara berlatih (dengan) bersungguh sungguh dan menghilangkan sebuah “rasa” bosan (pada diri kita). Dengan cara tersebut semua hal yang tadinya terasa sulit dan berat akan hilang/musnah. Kesemuanya itu tidak ada bedanya kalau kita ingin berbuat sebuah hal yang “luhur” (baik), haruslah dengan cara berlatih terus menerus menghilangkan rasa/perasaan bosan (pada diri kita).

Ke Enam belas

Ketika disaat malam hari kemudian kita melihat ka angkasa yang terang (diterangi berbagai bintang), kita akan melihat sepenggal dari penampak-an alam, gemerlap langit yang diterangi oleh banyaknya bintang bintang yang berkedip, (bintang) besar (dan) (bintang) kecil seperti sudah tertata tempatnya, angin (berhembus) sepoi sepoi menggerakkan pepohonan dan dedaunan yang membawa harumnya bau berbagai macam bunga. Yang seperti itulah sebenarnya yang bisa menimbulkan sebuah rasa perasaan yang tentram di dalam bathin kita. Akan tetapi lebih dari itu, apa hal seperti itu tadi bisa menggerakkan kita terhadap ke agungan Yang Maha Agung yang sudah menata segala hal tersebut?

PANCARAN SUKMA

Dikirim Oleh : Pujangga Wil Tim

April 2009

01
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya,karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

02
Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

03
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

04
Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati,cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

05
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

06
Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

07
Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

08
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

09

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
12
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

13
Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15

Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

16
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17
Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20
Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan,kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21
Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba,jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

23
Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24
Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.

1. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____ TANTANGAN__________MAKA_____HADAPILAH

2. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____ANUGERAH____________MAKA_____TERIMALAH

3. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____PETUALANGAN_________MAKA_____PERJUANGLAH

4. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____DUKA CITA____________MAKA_____TANGGULANGILAH

5. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____ TRAGEDI_____________MAKA_____TUNTASKANLAH

6. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____TUGAS_______________MAKA_____LAKSANAKANLAH

7. JIKA _____ HIDUP______ADALAH_____PERMAINAN_________MAKA_____MAINKANLAH

8. JIKA _____ HIDUP______ADALAH_____MISTERI____________MAKA_____SINGKAPILAH

9. JIKA _____ HIDUP______ADALAH_____LAGU_______________MAKA_____NYANYIKANLAH

10. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____KESEMPATAN________MAKA_____AMBILAH

11. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____PERJALANAN________MAKA_____JALANILAH

12. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____JANJI______________MAKA_____PENUHILAH

13. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____SAYANG____________MAKA_____BERGEMBIRALAH

14. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____KEINDAHAN_________MAKA_____BERSYUKURLAH

15. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____PERJUANGAN________MAKA_____BERTARUNGLAH

16. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____JIWA_______________MAKA_____SADARILAH

17. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____TEKA TEKI___________MAKA_____PECAHKANLAH

18. JIKA_____ HIDUP______ADALAH_____CITA CITA___________MAKA_____CAPAILAH


WWW.SKMGLOBAL.WORDPRESS.COM

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: