PANDUAN DASAR SKM

I. PENDAHULUAN

Peradaban merupakan suatu tanda yang memiliki kebudayaan. Kebudayaan merupakan hasil proses hidup manusia yakni cipta rasa dan karsa. Jadi kebudayaan adalah suatu sejarah manusia sebagai makhluk yang berbudaya dalam kebersamaan dengan sesamanya.

Dalam sejarah kemanusiaan, berbagai pengejawantaan perilaku dan karya manusia dapat menjadi sumbangan itu bisa jadi kemudian semakin melekat dan manunggal pada kehidupan bersama, seperti tampil sebagai perilaku dan harga diri manusia itu serta semakin kentara kaitannya dengan pandangan hidup tertentu yang dimiliki oleh kebersamaannya. Kondisi kebersamaan itulah yang nyata berpengaruh pada cara pandang hidup yang berciri khas.

Kebudayaan dalam arti luas merupakan proses dan hasil kehidupan dunia yang dapat mewarnai kehidupan manusia. Kebudayaan dapat pula dikaryakan sebagai gejala manusia dalam penjelmaan ada dan menjadi suatu kebutuhan dan kebanggaan hidup.

Bertolak dari konsepsi kebudayaan seperti dijabarkan di atas tadi, maka persoalan selanjutnya ialah berusaha apa yang harus ditempuh untuk memproyeksikan perkembangannya. Berkaitan dengan masalah kebudayaan tersebut diatas, maka salah satu cara bagian kebudayaan adalah “Seni Bela Diri Tenaga Dalam” atau sejenis yang ada di Indonesia seni bela diri dalam tubuh seperti jamur tumbuh di musim penghujan. Hal tersebut tentu saja menggembirakan, sebab disamping olah raga ilmu seni bela diri tenaga dalam juga menjanjikan ke ampuhan bela diri untuk menghadapi lawan dan keampuan penyembuhan penyakit (pengobatan altenatif), yang dewasa ini memang sangat mahal dan banyaknya beredar obat palsu.

Tenaga dalam atau bahasa lainnya “INNER POWER” tenaga yang tersimpan di dalam tubuh manusia dan mengendap di bawah sadar. Tenaga yang tersimpan di bawah sadar ini bila “dibangkitkan” akan besar sekali melebihi tenaga biasa yang sehari-hari dipergunakan manusia untuk melakukan aktivitasnya. Tenaga dalam tersebut dapat digiring dan muncul kepermukaan dengan latihan-latihan tertentu.

Dua jenis tenaga dalam yang dimiliki manusia yaitu :

Tenaga Luar

Yang dimaksud “Kekuatan Tenaga Luar” adalah tenaga yang dihasilkan dari pembakaran karbohidrat oleh oksigen dalam tubuh “luar” maksudnya bagian yang jelas tampak wujudnya. Contoh bentuk tubuh kita ini adalah luar. Maka tenaga luar juga disebut “tenaga fisik” yang hanya mengandalkan kekuatan otot-otot tubuh. Tenaga luar ini disebabkan oleh adanya “energi fisik” didalam tubuh. Energi fisik ini adalah hasil pembakaran karbohidrat oleh oksigen (hasil metabolisme tubuh).

Tenaga Dalam

Yang di maksud “kekuatan tenaga dalam” adalah kekuatan abstrak atau rohani (kekuatan bathin). Kekuatan dalam ini biasanya muncul dari dalam bawah sadar. Energi bathin ini dihasilkan dari “prana” yang bersatu dengan oksigen di udara bebas. Energi bathin inilah yang menimbulkan tenaga dalam (yang semula bersembunyi didalam bawah sadar). Pelatihan tenaga dalam ditunjang dengan sugesti, konsentrasi, semedi/meditasi pernafasan sakti, jurus, keyakinan dan do’a akan memberikan kekuatan keramat gaib yang dahsyat dan lebih mumpuni.

II. SEKILAS TENTANG PAGURON BELA DIRI TENAGA DALAM “SYAHBANDAR KARI MADI”

Paguron bela diri “SYAHBANDAR KARI MADI” adalah aliran bela diri tenaga dalam yang berdiri atas panggilan masa dan mempunyai misi untuk melestarikan dan mengembangkan serta mewariskan nilai-nilai budaya asli Indonesia, yang dalam pelestariannya harus dipelihara oleh generasi penerus bangsa. Sebab tanpa pelestarian dan pewarisan, maka nilai budaya bangsa akan punah.

Pengaruh bela diri “SYAHBANDAR KARI MADI” tidak menyimpang ajaran agama dan peraturan-peraturan Negara, bela diri ini digali dari nilai-nilai budaya daerah Indonesia yang terus menerus dilestarikan sehingga menjadi seni budaya yang memperkokoh kebudayaan nasional.

Tujuan dari paguron bela diri “SYAHBANDAR KARI MADI” ini adalah sebagai berikut :

– Membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani.

– Memupuk arti Bela Diri “SYAHBANDAR KARI MADI”.

– Percaya pada diri sendiri.

– Memupuk persaudaraan.

– Meawariskan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

– Melestarikan dan mengembangkan nilai budaya bangsa Indonesia.

– Membina seluruh anggota Bela Diri “SYAHBANDAR KARI MADI”.

Adapun program kerja Paguron Bela Diri “SYAHBANDAR KARI MADI”, yaitu :

1. Pelatihan

Merupakan kegiatan fisik bela diri yang dilakukan sesuai dengan gerakan pencak, yang dapat membentuk kekutan dan kesehatan tubuh.

2. Personal Person

Adalah program yang dilaksanakan dalam membina murid agar dapat berkembang menjadi insan-insan yang memiliki kepribadian sikap yang baik, budi pekerti yang luhur, disiplin, percaya diri, penuh tanggung jawab atau dengan kata lain membentuk insan-insan yang Paripurna.

3. Pengobatan

Dalam paguron ini dipersiapakan pengobatan untuk berbagai penyakit baik untuk anggota atau bukan anggota. Pengobatan tersebut dipersiapkan dan dilakukan semata-mata untuk membantu kesehatan demi kelancaran dan tercapainya program kerja paguron kami.

III. POSISI KEILMUAN

Di antara dua keilmuan dimuka bumi ini, yaitu ilmu aturan hidup (agama) dan ilmu hidup (gama) letak keilmuan “SYAHBANDAR KARI MADI” ada di ilmu hidup (gama). Mengapa ada ilmu hidup?…. jawabannya adalah sesuai dengan fungsinya disamping pula untuk menghindari syirik, bid’ah dan mencampur adukkan ilmu hidup dan ilmu aturan hidup. Tetapi tetap ada keterkaitan di antara keduanya, yaitu sebelum dan sesudah berlatih di anjurkan berdo’a menurut agama dan keyakinannya.

FILOSOFI GAMBAR / LOGO Syahbandar Kari Madi

Terdiri dari 3 kata yang memiliki pengertian yang berbeda, yaitu :

1. SYAHBANDAR (Energi Laut)

syahbandarMemiliki arti lautan (penguasa laut) dengan pengertian mengandung energi laut. Energi laut ini merupakan energi terbesar dibumi dan identik dengan kesaktian dan kehebatan. Digambarkan warna biru dengan tiga riak gelombang yang sinmetris dan merupakan sumber energi yang sangat dahsyat (kedigjayaa).

2. KARI (Gunung)

kari

Memiliki arti gunung (penguasa gunung) dengan pengertian mengandung energi gunung. Energi ini identik dengan kebesaran kejayaan dan (harta dan tahta), digambarkan oleh warna hijau menjulang tinggi dengan 2 gunung dengan hawa (udara) kehidupan yang nantinya tercapai di balik makna Kari itu sendiri.

3. MADI (Darat)

madi

Memiliki arti daratan (penguasa darat) dengan pengertian mengandung energi darat. Energi ini identik dengan kekuatan dan ketenaran (artis). Digambarkan dengan warna merah dengan kedua tanduk yang lancip untuk menopang adanya unsur Syahbandar dan pengelolah (dua telapak tangan) menuju kemenangan yang “Insun Rahayu Balarea Waluya”.

4. DUA TELAPAK TANGAN

telapak-tangan

Dua telapak tangan merupakan simbol perwakilan manusia, yaitu bahwa manusia adalah khalifah/pemimpin dan utusan Allah S.W.T di bumi.

Pengertian kedua telapak tangan itu adalah :

– Telapak tangan kanan memiliki arti mengandung muatan energi positif (energi kebaikan) / manfaat dan telapak tangan kiri memiliki arti mengandung energi muatan energi negatif adalah (energi kejahatan) / hikmah.

– Dua unsur positif dan negative adalah sumber kehidupan, dimana kita hidup tidak lepas dari unsur ini.

– Dua unsur positif dan negatif. Salah-benar disatukan dapat berajalan selaras sehingga tercipta kekuatan yang dahsyat dan kemenangan dihasilkan.

– Dapat penciptaan / pengelolaan kehidupan laut, gunung dan darat dapat menghubungkan dari unsur-unsur aspek kehidupan mulai dari ras (suku), agama, pekerjaan, unsur, jenis kelamin, politik dan lain-lain yang berbeda untuk di jadikan satu dalam wadah satu keilmuan SKM yang menuju sinar kemenangan (Aura).

5. SINAR AURA (Lambang Kemenangan)

sinar-aura

Pengertian dari pada Aura adalah semacam sinar pelindung ghaib yang mengelilingi seluruh tubuh dan dimiliki setiap manusia sejak manusia itu dilahirkan hingga meninggal. Umumnya Aura manusia belum terbangkitkan, dalam pandangan orang spiritualis (ahli ilmu kebathinan). Aura mempunyai tujuh warna seperti pelangi yaitu warna : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Tingkat kualitas Aura terbaik / terbagus berwarna kuning emas. Untuk membuktikan keberadaannya, kita tidak dapat melihatnya secara langsung kecuali bagi mereka yang memiliki kelebihan segala sesuatu yang bersifat abstrak atau berlatih ilmu tertentu.

Aura mempunyai banyak fungsi, karena Allah S.W.T telah meyediakannya kepada manusia sebagai sarana metafisik yang dapat dipergunakan kapan saja. Asalkan kita mau memperkuatnya. Fungsi Aura dapat kita tingkatkan menjadi suatu kekuatan tanpa batas dengan memanfaatkan energi alam semakin interns bathin seseorang melakukan latihan (pernafasan jurus dan do’a, di tunjang dengan percaya diri, optimal, sikap tenang dan perasaan selalu bahagia). Maka sangat berkualitas kekuatan ini dan tidak ada batasnya artinya bisa bekerja secara otomatis dan untuk siapa saja tanpa memandang suku dan agama. Sebaliknya pada kondisi tertentu tingkat Aura seseorang akan menurun jika susah, sedih dan ketakutan bisa juga karena berbuat dosa kepada orang lain.

Aura yang semakin menipis dengan tingkat kepadatan yang lemah bisa membuat hoky semakin jauh. Segala upaya rasanya akan berakhir dengan kegagalan karena resonansi alam tak lagi seimbang dengan diri kita. Secara metafisika kita juga sangat lemah sehingga mudah di serang penyakit, telat berfikir dan cenderung menjadi korban kesialan. Untuk itu ketebalan aura sangat penting sebab kita akan menentukan kualitas kehidupan kini dan akan datang.

Aura memiliki tiga buah karakter :

a. Aura memiliki sifat genetik/menurun dari generasi sebelumnya.

b. Aura itu dibawa manusia dari lahir hingga mati dan tidak akan tertukar Aura manusia yang satu dengan yang lainnya.

c. Aura itu dapat berubah sesuai dengan pola hidup, cara berfikir atas keadaan hati manusia yang bersangkutan.

Dalam logo SKM sinar aura :

· Dilambangkan warna kuning keemasan dengan 5 (lima) sinar dengan ciri dan makna sendiri.

a. Lambang jurus SKM :

– 5 (lima) jurus dasar.

– 5 (lima) jurtus inti.

– di tambah jurus inti dan 5 (lima) plos.

b. Dihubungkan dengan keislaman

– 5 (lima) rukun islam.

c. Dihubungkan dengan keagamaan (religius) SKM adalah keilmuan 5 (lima) agama

yaitu : hindu, budha, islam, katholik dan protestan karena “keilmuan SKM tidak diletakkan disalah satu satu agama melainkan di agama itu sendiri”.

· Lambang rumah adalah tempat peradaban kehidupan yang berbeda-beda, yaitu :

a. Sinar kesatu yaitu peradaban Cina dengan warna hijau

b. Sinar kedua yaitu peradaban AS yang millennium dan jaya dibidang ipteknya dengan warna pink

c. Sinar ketiga yaitu peradaban Indonesia dengan lambang hitam (bathin) yang tridak dapat dideteksi.

d. Sinar keempat yaitu peradaban Rusia dengan lambang warna ungu (samar- samar/adem ayem) dengan peradabannya berpengaruh dalam peradaban dunia dengan teriorial wilayah yang mendekati kutub (bersalju).

e. Sinar kelima yaitu peradaban Arabia dengan lambang warna putih dengan religiusnya (agama) menjadikan peradaban kehidupan yang tersendiri.

6. PITA SYAHBANDAR

pita-syahbandar-7

Dilambangkan warna merah dalam satu pita untuk mengikat membina 5 (lima) peradaban dunia dengan pengelolaan yang melibatkan 3 unsur kekuatan Syahbandatr Kari Madi dengan tujuan peradaban bumi akan selamat dan kehancuran, menuju Swarga Maniloka dengan dibawah kendali pengelolah yang Insun Rahayu Balarea Waluya yang sudah paripurna hatinya.

Melambangkan ciri kehidupan bahasa didunia di antranya Palawa, Jawa, Sansekerta, Arabia, Rusia, Inggris, Spanyol. Makna tulisan bathin dimulainya waktu (hari) untuk memulai peranan hidup/penentu. (Allah S.W.T) menentukan tempat berperan (laut, darat dan gunung) menuju akhir kehidupan yang dijalankan asal lakon (jasad) dengan peranannya (punya lakon) untuk tampil (masekon) sebagai kesatria (kholifah) dimuka bumi dengan terkabulnya keinginan (jukon) keilmuan SKM yang rahmatan lilalamin dan terciptanya kehidupan Swarga Maniloka.

7. WARNA DASAR HITAM

Merupakan simbol/lambang dari bathin sebagai dunia yang misteri, rahasia, luas dan tidak terjangkau oleh kemampuan akal manusia dan hanya Allah S.W.T sajalah yang maha tahu akan rahasianya dan seseorang atau kelompok orang yang sedikit diberi pengetahuan tentang itu.

Lambang hati (rahasia/bathin) para murid untuk menikmati keilmuan SKM, dengan dasar pemberangkatan dan tujuan yang berbeda-beda menuju satu visi dan tujuan keilmuan SYAHBANDAR KARI MADI.

Dari penjabaran inilah perlu dibuatkan satu wadah/tempat naungan di bawah panji-panji SYAHBANDAR KARI MADI yang menacap kuat dihati, berjiwa ksatria (pemberani) dan berhati suci untuk mengembang-ngembangkan semangat kehidupan yang damai, indah. Toto Tentrem Loh Jinawikerto Raharjo dengan keindahan dan kerendahan hati yang ikhlas untuk menuju kemenangan kehidupan yang bersifat tercermin kehidupan surga (Swarga Maniloka), yang bertancap dalam bendera SYAHBANDAR KARI MADI yang terwakili dalam satu pijakan yang kuat (tiang bendera warna hitam) dengan dasar-dasar keilmuan SKM (dasar warna bendera diwakili warna merah, putih, hijau, biru dan kuning ).

IV. INSUN RAHAYU BALAREA WALUYA

Berasal dari bahasa Sunda-Jawa Barat karena keilmuan SYAHBANDAR KARI MADI berpusat di kota Garut, tepatnya di Dusun Cimareme Gunung Halimun menuju arah Pantai Selatan Pantai Pamaeungpeuk.

“Insun Rahayu Balarea Waluya” merupakan semboyan/motto dari SYAHBANDAR KARI MADI dan terdiri dari empat kata yang memilki pengertian yang berbeda yaitu :

° Insun memiliki arti saya/aku

° Rahayu memiliki arti selamat

° Balarea memilki arti seluruhnya/semuanya/sekalian

° Waluya memiliki arti mulia

Jadi “Insun Rahayu Balarea Waluya” mempunyai arti “Saya Selamat Maka Anda Semua Termuliakan (manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk bathin atau bumi dengan seisinya)” dengan pengertian lain adalah “merdeka”, yaitu merdeka dari rasa takut, tekanan, paksaan dan tantangan. SKM tidak ada syarat dan pantangan untuk mempelajarinya, tidak ada perbedaan jenis kelamin, suku dan agama yang ada hanya tanggung jawab dan harus menghormati menjalankan etika paguron. selama kita masih berada dibumi keampuhan ilmu ini masih tetap terjaga.

PERSIAPAN MEMPELAJARI ILMU BATHIN

Untuk mempelajari ilmu bathin (tenaga dalam) dapat di lakukan oleh semua orang baik (pria dan wanita), berlaku pada semua bangsa dan Negara. Ilmu tenaga dalam sudah pasti tertuju pada bathin kita jika bathin tidak siap maka akan gagal mempelajari ilmu tersebut.

Berikut ini adalah faktor-faktor penting untuk kesiapan bathin yang dari atau pun tidak akan teruji dengan sendirinya pada setiap orang yang mempelajarinya.

Sebagai catatan faktor-faktor di bawah ini bersifat universal dan berlaku untuk semua jenis ilmu tenaga dalam.

KEYAKINAN

Kunci utama dari seluruh bathin keyakinan merupakan modal kekuatan inti bathin. Sehinga keyakinan menjadi faktor terpenting yang menjamin seseorang mampu atau tidak tanpa ada keyakinan yang kuat maka ilmu apapun tak tampak kemampuannya.

Untuk membangkitkan keyakinan dalam diri kita tidaklah semudah membalikkan telapak tangan sebab terkadang keyakinan diri seseorang mengalami pasang surut. Beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya hal tersebut adalah karena ilmu yang dipelajari.

Cara yang dapat mebangkitkan keyakinan :

1. Menaruh kepercayaan kepada Guru / Ratu / Pembimbing yang dapat di percaya dan saling mempercayai kehebatan ilmunya. Niatnya yang sungguh-sungguh dalam menurunkan ilmu yang dimilikinya dan tak kalah pentingnya adalah kepribadiannya. Dengan begitu upaya kita mempunyai kesamaan visi dan isi hal ini dimaksudkan agar tak ada selisih pendapat dikemudian hari.

2. Memahami dengan benar arah tujuan dan resiko yang akan dihadapi oleh ilmu yang dipelajarinya. Sebab jangan sampai kita berangan-angan terlalu jauh sehingga keluar dari jalur ilmu yang sebenarnya. Hal itu dapat memlemahkan keyakinan dan menimbulkan perang bathin.

KEMAUAN KERAS DAN KEMANTAPAN HATI

Latar belakang dan motivasi orang mempelajari ilmu tenaga dalam berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bila disalurkan pada tempat yang tepat barang tentu itu bukanlah sesuatu yang negatif. Berangkat dari kemampuan yang keras dan kemantapan hati (istiqomah) menjadi modal yang sangat mendasar.

KESABARAN DAN KETABAHAN

Apabila sudah dalam proses belajar mengajar, maka kedua hal tersebut akan teruji dengan sendirinya. Dan pada saat itulah banyak murid yang bertumbangan. Pada tahap ini akan tampak dengan jelas, apakah murid mempunyai bathin yang kuat atau tidak. Secara tak langsung “seleksi alam” sedang berlangsung karena kedua hal tersebut di atas merupakan ukuran yang teramat penting.

KEIKHLASAN

Semua usaha dan pengorbanan tidak terasa berat jika ikhlas menjalankannya dalam mempelajari ilmu tersebut. Bilamana terbebani dan kurang ikhlas maka ilmu tersebut tidak masuk secara sempurna atau bahkan tidak masuk sama sekali.

KEBERANIAN

Pada awalnya memang terasa berat, apabila orang yang baru pertama kali belajar. Perasaan takut, ngeri dan cemas adalah hal yang wajar pada setiap murid. Tetapi tidak selamanya semua akan hilang dengan sendirinya.

KECINTAAN

Jika murid mempunyai keinginan untuk menjadi murid yang paripuna dalam suatu ilmu, segala konsekwensi dan resiko harus siap mengahadapinya, misal perhatian ekstra dan pengorbanan berupa waktu yang tersita, pikiran, tenaga dan juga materi. Itu semuanya bisa dilewati jika sudah timbul kecintaan terhadap yang dipelajarinya.

NAFSU

Selain berkonsentrasi pada satu titik hakiki, untuk mencapai suatu keberhasilan juga tak lepas dari pada pengendalian nafsu.

Nafsu merupakan salah satu kendala yang menghambat manjingnya ilmu kedigdayaan dengan jiwa.

Nafsu yang terdapat pada setiap orang adalah pada dasarnya mengatur gerak badaniah, sehingga harus di tundukkan agar bisa menjadi orang yang waskita.

Orang waskita memandang nafsu sebagai kekuatan yang dahsyat.

Dalam tubuh kita terdapat 4 (empat) macam nafsu yang selalu menguasai dan mengatur jiwa, yaitu :

Nafsu Mutmainah

Nafsu yang mengendalikan dari pada kebaikan, ia bersarang di dalam hal yang paling dalam. Semua tindakan yang mengarah pada kebaikan atas perintahnya, jika timbul niatan buruk maka secepatnya nafsu mencegah sehingga terjadi perangt bathin.

Nafsu Aluwamah

Nafsu yang mengendalikan lidah, nafsu ini biasa disebut nafsu pengecap (perasa). Jika tidak dikendalikan maka membuat seseorang akan rakus terhadap semua makanan dan mementingkan isi perut.

Nafsu Supiyah

Nafsu yang mengendalikan perasaan, berubah-ubah pikiran dikendalikan oleh nafsu ini. Dan kalau seseorang tidak mampu mencegahnya maka tidak akan punya pegangan hidup.

Nafsu Amarah

Nafsu yang mengendalikan emosi. Nafsu ini dilampiaskan dengan api sehingga orang yang dikuasai nafsu ini tidak mampu menempatkan diri dalam masyarakat karena mudah marah.

HAK DAN KEWAJIBAN MURID

I. ANGGOTA

1. SIFAT

– mengikat

2. HAK

-menerima informasi filosofi SKM

– menerima ilmu/jurus sesuai dengan kemampuan dan rutin melakukan latihan serta harus berjama’ah (control)

-bisa melaksanakan poin- poin kunci ilmu dengan sendiri

-berkemampuan

-puncak karier menjadi guru besar

-menerima informasi filosofi SKM

3.Kewajiban

– sumbangan / iuran tetap tiap bulan ke paguron

II. SIMPATISAN

1. SIFAT

– Tidak terlalu mengikat

2. HAK

-minimal diberi satu jurus inti, untuk frekwensi energi yang dikirim dari team paguron

– tidak bisa melaksanakan ilmu dengan sendiri

– bisa berkemampuan sama

– puncak karier menjadi dewan kehormatan, dinilai profesinya

3. KEWAJIBAN

sumbangan ala kadarnya kepada paguro, lebih efektif diberikan terdeteksi ada kebutuhannya

MURID DAN JAMA’AH

I. Syarat Menjadi Murid Syahbandar Kari Madi

1. Mengisi dan menanda tangani formulir pendaftaran dan menyertakan pas foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar.

2. Untuk yang berusia kurang dari 20 tahun atau belum kawin, wajib menyertakan surat izin dari orang tua (wali).

3. Calon murid perempuan yang telah kawin, harus sepengetahuan suaminya

wajib membayar biaya pendaftaran sesuai dengan ketentuan cabang masing-masing.

II. Kewajiban Murid

1. Murid wajib mentaati sumpah paguron.

2. Murid berkewajiban membayar iuran wajib bulanan yang ditentukan cabang masing- masing.

3. Murid berkewajiban menggunakan seragam pada saat latihan dan pada saat kegiatan resmi paguron.

III. Hak sebagai murid

1. Murid berhak mendapat keilmuan SKM sesuai kapasitas dan lingkungan masing- masing.

2. Murid berhak mendapatkan informasi / keterangan tentang perkembangan SKM.

3. Murid berhak memanfaatkan mendayagunakan menyebarluaskan keilmuan SKM yang telah didapatkan.

TATANAN GAPURA DININGRAT PANCA DINIKA

MURID :

1. Murid Pengkaji

– Seorang yang baru diberi izin oleh Ratu untuk mengambil energi dengan jurus-jurus dasar SKM.

– Murid tersebut belum menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Ratu sebelum Ratu yang bersangkutan memberikan talek untuk mencapai jenjang berikutnya.

2. Murid Sejati

– Seseorang murid yang ditalek (disumpah) oleh Ratu dan sudah dianggap mengusai filosofi-filosofi SKM.

– Sudah merupakan tanggung jawab dari Ratu.

– Proses dari murid pengkaji ke murid sejati adalah :

izin dhohir dan bathin kepada kedua orang tua, jika masih di bawah usia 17 tahun, secara dhohir harus ada surat izin dari orang tua orang tua sedangkan izin secara bathin akan dijelaskan oleh Ratu.

– Izin Ratu dan Ratu yang bersangkutan melaporkan kepada Koordinator Wilayah.

Tatanan tertingi dari keilmuan SKM adalah menjadi warga Syahbandar Kari Madi. Yang dimaksud warga SKM adalah hak pribadi dan Ratu SKM untuk mendapatkan segala fasilitas dan biaya hidup yang diberikan oleh Gapura Diningrat Panca Dinika.

SYARAT MENJADI WARGA SKM

1. Mempunyai karya untuk paguron.

2. Pengabdian yang diangap cukup oleh paguron.

3. Izin Ratu dan Koordinator Wilayah.

4. Meyaksikan filosofi-filosofi GDPD yang di VCD kan masing-masing 7 (tujuh kali untuk masing-masing episode.

5. Talek (disumpah) oleh Gapura Diningrat Pamca Dinika.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: