SEJARAH AWAL SYAHBANDAR KARI MADI

Insun Rahayu Balarea Waluya
“ Kami datang dari yang Terdahulu untuk Yang Sekarang, dan
Yang Sekarang untuk Yang akan Datang ”

Pengertian energi yang selama ini kita implementasikan di Perguruan Syahbandar Kari Madi adalah Energi Alam yang dapat kita kendalikan manjadi berbagai bentuk kehidupan oleh kekuatan NIAT (atau Kekuatan Hati). Dan manusia sekarang pun membentuk peradaban itu disebabkan oleh bagaimana dan karena oleh sebab adanya Niat. Akan tetapi yang sangat belum diketahui adalah siapa yang membuat niat diseluruh komponen insan-insan kehidupan, selain dari pada hal tersebut juga terimplementasikan pula niat para Rohaniawan, juga niat para insan atau niat para Binatang, ataupun Makhluk-makhluk yang lain yang berada di alam ini.
Jadi dari sejarah awal proses terjadinya Alam dan Kehidupan ini pasti kita menyadari tentang adanya suatu Energi atau suatu Kekuatan karena suatu kondisi yang telah membentuk kehidupan kita dan yang melatar belakangi proses terjadinya peradaban di dunia ini. Namun demikian sampai saat ini Energi ini, masih belum kita ketahui siapa dan apa nama dari energi ini alias dari sebutan energi ini belum PATEN. Jadi dalam suatu kenyataan Energi Kehidupan masih menjadi suatu misteri yang belum terpecahkan atau masih belum terungkap tuntas tentang eksistensi keberadaan yang sebenarnya. Dalam hal ini Perguruan kita menamakan Energi Kehidupan ini adalah Energi Syahbandar Kari Madi, berdasarkan Energi tersebut dalam proses kejadian Alam telah dan dapat membentuk wilayah Lautan, Daratan, dan Pegunungan, yaitu dunia ini.
Kategori dalam hal ini, atas dasar Penyesuaian Diri terhadap Wilayah Tempat Kehidupan masing-masing. Berarti Energi Syahbandar Kari Madi eksistensi keberadaannya sejak energi tersebut dalam proses perjalanan evolusinya membentuk kejadian Alam Bumi (Dunia). Ini sesusai dengan Nama Simbol yang ada pada Simbol atau Logo Syahbandar Kari Madi, dimana ciri wilayah Syahbandar, wilayah Kari, wilayah Madi memiliki makna atau arti yang jelas meliputi wilayah kekuasaannya dengan latar belakang kejadian alami yang realistis, berkemampuan magis dan penentu dalam proses implementasinya yang dramatis serta telah berhasil mengendalikan terciptanya serta memberi arah terhadap proses perjalanan kehidupan kita sampai sekarang.
Dalam kondisi kehidupan peradaban sekarang di Jaman Akhir atau Era Globalisasi dan keterbukaan ini, kehidupan sudah mulai banyak menuntut terhadap Konsep dan System Kehidupan yang pasti, yaitu system yang bisa memberikan roh kehidupan sehingga kehidupan memiliki jiwa atau kekuatan yang tidak mungkin bisa ditaklukkan oleh konsep ketidakpastian. Oleh karena itu Konsep Energi Kehidupan yang di berikan dalam proses perjalanan kita membentuk peradaban ini harus bisa di terima oleh Semua Unsur Kehidupan yang ada, dan tidak akan pernah bisa ditolak lagi, karena alasan dan faktor pembuktian dari Sifat Energi ini jelas menjadi Menu Kebutuhan Pokok yang bisa diimplementasikan kepada berbagai kepentingan dan sangat sesuai atau sinergi sekali dengan Sifat Alam itu sendiri juga semua unsur kehidupan di Alam Bumi ini.
Baiklah kita kembali kepada Sejarah Kejadian Alam dan Kejadian Kehidupan kita agar kita bisa mengatahui asal-usul kehidupan kita sendiri. yang selanjutnya akan memberi arti dan kekuatan pada perjalanan kehidupan kita di muka bumi ini, begitu juga kita agar kita menyadari dan bisa memahami apa dan bagaimana yang akan dan harus terjadi serta akhir dari kejadian perjalanan kehidupan kita. Tentunya yang bisa sesuai dan senyawa dengan Alam sebagai Anugerah dari Pemilik Kehidupan yang mengendalikan proses perjalanan kejadian Alam dan Unsur Kehidupan, terutama kita sebagai makhluk yang paling sempurna dan menjadi pelaku kehidupan juga sebagai faktor penentu dan pengatur kehidupan ini. Sehingga dengan demikian kita akan bisa mengetahui sebuah konsep yang sesuai tentang arti dari sebuah Jatidiri.
Selanjutnya dengan konsep tersebut kita pasti bisa melakukan dan menciptakan serta menyempurnakan daya cipta, rasa, dan karsa kita demi terjadinya suatu Tatanan Kehidupan Peradaban Luhur yang diinginkan Tujuan dari Visi Misi Kehidupan dari dan oleh Pemilik Kehidupan, dan yang akan dapat diterima, dipahami, dihayati dan dinikmati oleh pelaku semua unsur kehidupan ini. Kekuatan atau Energi inilah yang telah menyebabkan proses kejadian Alam dan terjadinya suatu kehidupan dan peradaban dimuka Bumi atau Dunia. Energi ini dalam Paguron Candradimuka Syahbandar Kari Madi dinamakan dengan Energi Kehidupan atau Patennya disebut Energi Syahbandar Kari Madi.
Istilah Syahbandar (dalam bahasa sunda yang berarti lautan) disebut sebagai energi kehidupan lautan, atas dasar bagaimana energi kehidupan ini dalam proses kejadian alam telah membentuk kejadian wilayah atau ciri dari suatu tempat peradaban kehidupan dunia yang dimulai dari munculnya energi yang membentuk peradaban wilayah lautan.
Dan energi ini memiliki tingkat penyesuaian dengan unsur alam yang amat luas, dominannya dengan unsur air yang bersifat unggul tak terkalahkan, lembah bak sifat air yang selalu mengalir ke bawah atau selalu berpenampilan sangat sederhana dan tampil seakan-akan tidak punya daya akan tetapi efek energi ini sangat hebat dan handal serta tetap unggul terhadap segala unsur yang dihadapi, membuat energi lawan cepat luntur dan hancur, habis dan lebur. Energi ini bersifat menjaga serta memiliki kekuatan mengendalikan segala kondisi, selalu siap diuji baik kualitas ataupun oleh volume kapasitas tak terbatas.
Istilah Kari (dalam bahasa sunda yang berarti gunung) itu adalah sebutan energi kehidupan gunung atau dataran tinggi, atas dasar proses kejadian kehidupan energi yang membentuk peradaban wilayah pegunungan. Energi ini juga mengendalikan kehidupan bahkan menjadi faktor penentu kondisi dan arah kekuatan bagi terciptanya peradaban yang terjadi, dimana energi ini memang memiliki tingkat penyesuaian sehingga mempunyai kelebihan dan keunggulan terhadap faktor-faktor penguji dengan kualitas dan kapasitas dirinya untuk terlahir dan mengusai lingkungannya. Kehebatan energi ini bersifat sakti dan berakibat nyeri dan membuat lawan energi cepat mati.
Adapun istilah Madi (dalam bahasa sunda berarti daratan). Ini sebutan atau nama bagi energi penyesuaian dengan alam di dataran rendah (dataran yang ramai). Proses perjalanan sejarah kejadian peradaban daratan yang banyak teruji oleh tantangan barbar bersifat cepat berhasil menjadi jawara dengan segenap kemampuan baik lahir maupun bathin. Energi ini memiliki kemampuan jago tempur yang tangguh, memiliki daya pukul yang ampuh terhadap lawan, berakibat nyeri dan cepat mati. Energi ini mampu mengendalikan kondisi seluruh unsur kehidupan yang ada di daratan. Sampai detik ini energi ini masih berpengaruh kuat dalam mengendalikan kehidupan daratan dimuka bumi ini.
Karena energi yang terjadi dan membentuk Tiga Tempat Wilayah Peradaban sebagai Pengendali Alam sangat memberi arti dan kekuatan kepada Jiwa Kehidupan dan turut membentuk terjadinya peradaban dunia sesuai tempat wilayahnya masing-masing. Rahasia inilah yang belum terbuka sebagai salah satu misteri kehidupan ini.

Bagaimana tahapan proses kejadian peradaban dunia ini terjadi, Karena dan oleh energi ini ?. proses kejadian alam kehidupan dan terbentuknya peradaban dunia adalah melalui tahapan-tahapan proses kejadian. Adapun fase atau tahapan proses energi Syahbandar Kari Madi sebagai energi kehidupan pembentuk peradaban dunia ini ada 4 (empat) fase, yaitu sebagai berikut :

FASE TERJADINYA UNSUR ALAM DAN KEHIDUPAN

1. FASE PERTAMA
(FASE TERCIPTANYA EMPAT UNSUR ALAM)
Bahwa sebagaimana proses kejadian alam oleh karena sebab adanya suatu kekuatan yang disebut energi kehidupan, atau dalam Perguruan kita disebut energi Syahbandar Kari Madi. Energi ini adalah nyata bahkan aktif dan jelas eksistensi keberadaannya, dimana dalam proses perjalanan terjadinya adalah secara alami (natural). Energi ini telah mengiringi dengan suatu gerakan yang datang dari segala penjuru dan membentuk sebuah putaran hawa atau udara, yaitu berupa putaran embun atau putaran uap air, dan disinilah pertama kali terciptanya unsur air.
Selanjutnya air terus berputar dengan energi itu, dalam kurun waktu sangat lama sampai berjuta atau bermilyar tahun di alam ini dan energi ini hidup dan aktif bergerak secara teratur dan kekal, sesuai rumus dari hukum energi itu sendiri, bahwa setiap benda bergerak itu bergesek selalu menimbulkan panas, sehingga akibat lama putaran waktu yang semakin kuat gerak rotasi dari energi itu bergesek akhirnya menghasilkan gumpalan air panas yang membentuk lava. Pada tingkat pembentukan tahap kedua ini terciptanya unsur api.
Akibat oleh dan karena proses putaran energi yang terus menerus energi, maka terjadi suatu kondisi mampatan atau tekanan yang ditimbulkan oleh tarikan rotasi pada poros inti yang semakin kuat dan akibat terus meningkatnya temperatur panas yang sangat tinggi, kemudian lava atau magma yang terus aktif bergerak merapat dan saling mengikat dalam proses putaran itu, menyebabkan gumpalan air dan api itu semakin mengalami keseimbangan putaran dan terciptalah kerak bumi sebagai unsur tanah. Ini terjadi dalam proses putaran evolusi berjuta-juta tahun bahkan bisa bermilyar tahun proses putaran kejadian. Dalam tahapan kejadian inilah di katakan saat terciptanya unsur bumi dan energi ini terus aktif berputar stabil memutar setiap unsur yang tercipta karena terjadi proses kejadian alam sebagaimana yang terjadi putaran tetap pada bagian inti yang ada dalam perut bumi, dan ternyata masih tetap berlangsung proses putaran energi tersebut sampai saat ini.
Hasil proses putaran air dan api yang membentuk lava tersebut dalam putaran waktu ribuan abad akhirnya membentuk kerak atau lapisan yang mengeras, dan menjadi dasar terbentuknya lapisan-lapisan yang tersusun dalam struktur lapisan (sedimen) struktur bumi. Secara fisik tampak bagian luar kulit bumi yang membentuk lekukan-lekukan seperti yang terjadi pada bagian permukaan bumi tempat kehidupan kita ini, seperti adanya dataran rendah dan dataran tinggi atau pegunungan yang terbentuk secara teratur mengikuti keseimbangan putaran energi ini.
Selain itu juga akibat adanya energi rotasi (putaran) yang semakin menguat dan semakin seimbang, maka hasil akhir dari proses kejadian tersebut mengakibatkan adanya gesekan-gesekan yang terus-menerus antara kepadatan benda yang membentuk bagian unsur yang sudah menjadi padat dengan bagian lain yang masih membentuk materi hawa embun atau bagian unsur materi tipis yang belum yang masih belum memadat, maka muncullah energi gerak materi hawa seperti udara atau gerak angin karena dan oleh sebab gesekan rotasi (putaran) dari energi itu sendiri. Baik yang ada diluar pada permukaan bumi ataupun yang ada dibagian dalam perut bumi berupa proses penguapan. Energi materi ini bergerak menjadi Unsur Angin atau Udara dan terus bergerak sampai saat ini sesuai kondisi yang ada dalam kenyataan bumi dengana segala sifat unsur sempurna yang dimilikinya .
Dengan demikian maka kondisi bumipun telah lengkap tercipta dengan Standarisasi Empat Unsur Alam sebagai syarat bakal dan ciri dimungkinkan dari kesiapan adannya kehidupan ini. Inilah yang dinamakan Tahap Fase Awal Energi Syahbandar Kari Madi dalam proses Pembentukan Awal terciptanya Empat Unsur Alam atau Kejadian Bumi.
Ke-Empat Unsur Alam tersebut merupakan hasil proses yang ditimbulkan oleh adanya putaran Energi Alam, dimana Empat Unsur Alam ini sebagai Standarisasi Unsur Pembentuk adanya Kehidupan, dimana pada awalnya proses penyempurnaannya berjalan secara evolusi dalam perjalanan kurun waktu yang sangat lama bahkan bisa dalam proses kejadian ratusan tahun atau ribuan abad.
Proses terciptanya Empat Unsur Dasar Kejadian Alam (yaitu : Unsur Air, Unsur Api, Unsur Bumi, Unsur Angin) merupakan Fase Proses Kejadian Awal, tahapan ini atau pada fase ini disebut dengan Fase Awal terjadinya bentuk atau Ujud Energi Empat Unsur Alam, sebagai anasir atau Wujud Sifat Energi Kehidupan itu sendiri untuk menyatakan terhadap Eksistensi Keberadaannya. Inilah yang dimaksud oleh Keilmuan Syahbandar Kari Madi.
Dari mana asal-usul energi itu sendiri ?. yaitulah Energi yang disebut Energi Nyawa yang jelas tidak ada yang mengetahuinya, dimana energi itu sifatnya yang mengatur kita sampai saat ini barbar (bebas), ibarat Energi Nyawa datang membentuk kehidupan, datang tidak diinginkan dan pergi tanpa bisa ditolak. Inilah Fase Energi Pembentukan Alam Bumi ini. Kita tahu bahwa energi itu secara realistis ada dan hidup aktif memberi kehidupan pada kita, dan Energi tersebut sebagai Pengendali Alam dan Kehidupan Kita sampai detik ini, bahkan menjadi kebutuhan tetap bagi semua unsur kehidupan ini. Energi ini adalah Energi Nyawa atau yang disebut juga Energi Sang Yang Widhi Wase atau bisa disebut Energi Sir atau Energi Kehidupan (atau disebut sebagai bathin alam). Jadi istilah apa saja yang terpenting kita ketahui bahwa energi ini eksistensinya ada dan bersifat hidup membentuk kejadian Alam Bumi melalui proses kejadian Empat Unsur Alam dan yang memberi kehidupan kita dan yang lain dibumi ini. Kesimpulannya bahwa Energi inilah yang mengendalikan hidup kita ini.
Kenapa disebut Energi Sang Yang Widhi Wase karena dalam pengertian kalimat bahasa mengandung arti (yaitu : Sang Yang artinya ; Tinggi atau Dzat Hidup Luhur, Widhi artinya ; ijin atau ijin segala macam, dan Wase artinya ; Barbar atau Tidak bisa diatur sebelumnya). Sifat dari energi itu adalah bebas dan kekal, yaitu tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnakan, kalau kita sadari bahwa Energi ini sifatnya barbar (bersifat bebas), artinya energi itu datang kepada kita tanpa bisa diatur sebelumnya atau tanpa bisa diminta dengan Ritual terlebih dahulu, bahkan energi itu datang dan pergi semaunya sendiri tanpa kita sadari dan tanpa bisa kita tolak atau dapat kita mengatur dia. Itulah Fase Energi yang membentuk alam ini, yaitu energi yang membentuk kejadian Alam Bumi ini dengan seluruh unsur kehidupan yang ada didalam dan permukaan bumi. Karena di alam ini kita ketahui hanya alam bumilah sebagai bukti selama ini, sebagai tempat adanya kehidupan yang paling mungkin dan paling sempurna dibandingakan dengan alam yang ada pada planet-planet yang lain.
Jadi atas dasar terciptanya dan fakta akan keberadaan Alam Bumi ini dengan segala sifat kesempurnaan serta kondisi yang dimilikinya yaitu Energi Empat Unsur Alam sebagai dasar terciptanya kehidupan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan Alam Bumi merupakan satu-satunya planet yang ada dan dapat diunggulkan diAlam ini, dari pada planet-planet yang lainnya.dan dengan kepemilikan bumi yang memiliki Empat Unsur Alam yang menjadi standart adanya atau terciptanya kehidupan. Apabila dibandingkan dengan yang ada di planet-planet lain yang hanya terdiri dari satu, dua, atau tiga unsur saja, maka bumi akan sangat unggul dan tidak akan pernah bisa dibentur oleh benda-benda langit lainnya entah oleh yang disebut planet atau meteor dan lain sebagainya, karena memiliki kekuatan energi dengan sifat yang sangat sempurna.

2. FASE KEDUA
(FASE TERCIPTANYA MAKHLUK PERTAMA)
Fase kedua adalah dari putaran alam membentuk proses kejadian Alam yang dikatakan Dunia yang terdiri dari Empat Unsur Alam itu, juga akibat proses putaran Alam tersebut merupakan Kehendak Energi Alam sebagai Sifat Anasir melalui Empat Unsur Alam, Energi tersebiut mewujudkan dirinya sehingga menyebabkan kejadian atau terciptanya Makhluk Pertama yang terjadi oleh karena Proses Penyatuan Putaran dari Energi Empat Unsur Alam itu di Bumi ini.
Dan makhluk pertama ini kita namakan AMA, mengapa demikian ? artinya makhluk yang mempunyai Hak sebagai Pengendali Energi Kehidupan di Bumi ini, kata AMA mengandung makna sebagai Kekuatan Energi AWAL-MENENGAH-AKHIR, artinya AMA itu sendiri adalah sebuah Makhluk yang memiliki Energi Pengendalian Awal, Menengah, dan Akhir. Dan Makhluk ini berbentuk Energi namun eksistensi keberadaannya nyata, meskipun kita tidak melihatnya, atau kita tidak perlu menuntut terlalu menghayal seperti apa wujudnya, akan tetapi eksistensi keberadaannya sangat bisa diterima oleh Hukum Logika Metafisika. Daripada kita harus memaksakan diri terhadap sesuatu hal akan tetapi kita masih belum bisa membuktikan secara nyata, metafisik, dan ber-Energi serta dapat diimplementasikan sebagai IJIN dan RESTU dalam kehidupan ini kepada kita sebagai hamba yang dipercaya dari Pemilik Kehidupan ini. Untuk bisa mengatur kehidupan diri dan diluar diri kita sebagai tugas kekhalifahan dimuka bumi ini.
Jadi kenapa Makhluk tersebut kita namakan AMA ?. Karena sebelum terjadi makhluk–makhluk lain di muka bumi ini, kita harus sangat menghargai kerja dan jerih payah AMA sebagai sebagai Makhluk yang berhasil menyeimbangkan diri dengan Kehendak Proses Alam yang terjadi di bumi ini. Jadi adanya kita karena adanya AMA yang berhasil menyesuaikan diri dengan putaran waktu dan Alam Bumi ini. Gerakan AMA dalam penyesuaian diri dengan Empat Unsur Alam di Bumi ini yang kita sebut sebagai Jurus Inti Syahbandar Kari Madi.
Gerakan AMA yang dapat menyesuaikan diri dengan gerakan air sampai dirinya senyawa dengan air dan terus dilakukan gerakan-gerakan dirinya sesuai dengan gerakan air sampai benar-benar persenyawaan itu didapat. Dan gerakan dirinya itu senyawa dengan Unsur Air disebut Jurus Inti Satu (Jurus Inti Air) didalam Perguruan Syahbandar Kari Madi. Gerak persenyawaan dengan unsur air ini AMA lakukan dalam kurun waktu kurang lebih 150 abad.
Dan terus penyesuaian itu dilakukan dalam ratusan abad, dimana AMA dengan tidak memiliki instrumen logika atau instrumen pengetahuan apapun, hanya dengan menggunakan naluri, karsa dan cipta pada saat itu terus menyesuaikan diri dengan Alam, dengan cara dia melakukan cara Gerak Persenyawaan dengan Unsur Alam.
Setelah melakukan gerak air sekian ratus abad lalu melakukan gerak penyesuaian Gerak seperti Api, sampai benar-benar AMA senyawa dengan gerakan Unsur Api dan berhasil mengendalikan Unsur Api yang ada di Alam Bumi ini. Keberhasilan AMA memiliki kemampuan sebagai Pengendali Unsur Api AMA berhasil mengangkat Unsur Panas Bumi keatas atmosfir bumi terbentuk proses kejadian terjadinya Matahari sebagai Standarisasi keseimbangan sirkulasi api atau panas bumi, supaya dapt memberi tempat atau habitat terhadap adanya kehidupan dimuka bumi. Gerakan persenyawaan AMA dengan Unsur Api ini berlangsung sekitar 270 abad lamanya. Didalam jurus perguruan Syahbandar Kari Madi dinamakan Jurus Inti Dua (Jurus Inti Api).
Selanjutnya AMA juga melakukan gerakan menyesuaikan diri dengan Unsur Bumi dalam ratusan abad juga sehingga Beliau benar-benar senyawa dengan Gerak Bumi, ini dilakukan selama sekitar 420 abad. Dan AMA berhasil bersenyawa dengan Bumi sehingga AMA dapat menyempurnakan kejadian bentuk bumi seperti terjadinya permukaan bumi menjadi Wilayah Tempat Kehidupan, seperti Lautan, Daratan dan juga terjadinya dataran tinggi yang disebut Pegunungan yang kesemuanya itu sebagai hasil persenyawaan AMA dengan Unsur Bumi. Di dalam Perguruan Syahbandar Kari Madi gerakan persenyawaan AMA dengan Unsur Bumi itu dinamakan Jurus Inti Tiga (Jurus Inti Bumi).
Juga setelah menyesuaikan diri dengan Unsur Bumi, AMA juga melakukan penyesuaian diri dengan Gerakan Udara atau Gerakan Angin. Dimana setelah berhasil dalam tingkat persenyawaan dirinya dengan Unsur Angin ini, AMA memiliki kemampuan menendalikan gerakan Angin, dan AMA juga melakukan gerakan angin, sehingga AMA benar-benar senyawa dengan gerakan angin. Gerakan pesenyawaan ini AMA lakukan sekitar dalam kurun waktu 570 abad, dan gerakan penyesuaian beliau dengan unsur angin ini dinamakan didalam perguruan Syahbandar Kari Madi dengan jurus inti empat (jurus inti angin).
Setelah AMA betul-betul menjadi Makhluk Pertama didunia, yang senyawa dengan energi dunia, sehingga adanya beliau atas keberhasilan persenyawaan tersebut maka terlahirlah adanya kita. Kalau AMA gagal dalam melakukan persenyawaan dengan energi alam yang barbar (bebas) dan tidak bisa dikendalikan itu, maka kita tidak bisa hidup enak dimuka bumi ini.
Lalu persenyawaan gabungan dari pada kekuatan persenyawaan dengan empat unsur alam itu, disatukan atau disenyawakan kembali dengan kekuatan hati, dimana beliau menjadi Makhluk Pertama yang mengusai alam dan pengendaliannya. Gerakan menyatukan kekuatan energi empat unsur alam dengan kekuatan hati AMA dilakukan dalam kurun waktu sekitar 580 abad lamanya. Dimana hati sebagai komando terhadap pengendalian tersebut. Gerakan persenyawaan dengan empat unsur alam yang telah menjadi jurus inti satu, jurus inti dua, jurus inti tiga, dan jurus inti empat SKM disatukan kembali oleh kekuatan hati tersebut dinamakan jurus inti lima (jurus inti gabungan).
Kalau jurus inti satu, jurus inti dua, jurus inti tiga, dan jurus inti empat hanya berfungsi untuk pengendalian empat unsur alam, maka jurus inti lima SKM adalah jurus pengendalian nyawa atau kekuatan rohani, atas dasar kekuatan empat unsur alam tersebut disatukan menjadi satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh AMA untuk berbagai kepentingan dengan konsep pengendalian hati atau kekuatan rohani.
Jadi kesimpulannya fase kedua adalah adalah pembentukan energi SKM membentuk makhluk pertama yang kita sebut AMA (yaitu energi Awal-Menengah –Akhir), entah bentuknya kayak apa makhluk tersebut wallahu a’lam yang penting lebih mendekati adanya pengakuan seorang makhluk keberadaannya, karena sangat realistis kita mengakui keberadaan sesuatu atau seseorang atau kondisi sehingga sesuatu kondisi itu lebih menjadi milik kita. Daripada kita mengkhayal yang bukan-bukan tanpa suatu alasan yang menjadi dasar. Inilah suatu pembentukan sejarah yang relistis, natural dan bisa dipahami oleh konsep sekarang ini.
Makhluk pertama ini dalam proses kejadiannya sangat khusus dan sangat spesifik, kejadiannya adalah sendirian atau tunggal karena tidak ada makhluk-makhluk yang lain dalam proses kejadiannya yang bersama dia. Lalu dengan adanya makhluk pertama inilah baru kemudian tercipta makhluk-makhluk yang lain sesuai daya cipta mereka dan lahirlah kita dari dimensi manusia dengan putaran bersama alam ini sehingga dia sangat masuk akal bila pencipta empat unsur alam ini. Jadi dengan keberhasilan makhluk pertama mensenyawakan diri dengan alam ini sehingga dia sangat masuk akal bila mencipta di empat unsur alam ini terhadap apa yang akan dan harus terjadi dan akhir terjadi perjalanan bumi ini. Itulah konsep AMA tersebut. Dimana mulai dari makhluk pertama ini baru mulai adanya penyebaran adanya berbagai makhluk kehidupan yang terdiri dari 42 (empat puluh dua) dimensi, dimana dimana kita masuk dalam dimensi yang terakhir. Jadi kita sangat jauh dengan proses kejadian AMA tersebut. AMA tidak menampakan diri dalam dimensi-dimensi yang lain sebelumnya (masih menjadi misteri illahi) hanya pada dimensi kehidupan kita sekarang AMA hadir dan langsung mewarisi kita tentang sesuatu yang terbaik, yaitu tentang ilmu hidup atau energi kehidupan Syahbandar Kari Madi ini.
Dimana kita bisa melakukan sesuatu hal yang sama sebagaimana apa yang telah dan masih dilakukan oleh AMA itu sendiri sampai sekarang tentang bagaimana kita harus mensenyawakan diri dengan energi empat unsur alam, agar kita selalu ajidiri dan tahudiri sehingga mampu menyelesaikan berbagai macam kepentingan dalam perjalanan kehidupan kita didunia ini. Demikian pula kita akan menjadi lebih percaya diri dengan adanya bukti-bukti selesainya persoalan dalam kehidupan ini, karena kita pasti memiliki jati diri yang sebenarnya, dimana kita sebagai makhluk yang paling sempurna yang memiliki empat unsur alam. Dan kita di beri tugas memimpin terhadap seluruh unsur kehidupan atau sebagai khaifah dibumi dengan tugas mengemban visi dan misi menciptakan suatu tatanan kehidupan peradaban luhur.
Dimensi-dimensi kehidupan lain diantaranya : dimensi leluhur, dan dimensi keluarga leluhur, dimensi malaikat dan status jabatan sesuai dengan tugas masing-masing, dimensi iblis termasuk semua unsur keturunannya, dimensi siluman dan semua jenisnya, dimensi jin dan semua jenisnya termasuk gondoruwo, drakula, tuyul, dan lain sebagainya, dimensi binatang dan klasifikasinya, dimensi tumbuhan dan lain sebagainya. Dan energi AMA setiap hari mengontrol kehidupan mereka, dimana mereka bertempat didalam dimensi-dimensi bumi ini. Disitu terciptanya perjalanan kehidupan dimensi-dimensi itu, namun bahasan kita dalam ruang ini kita batasi saja, meskipun keberadaan dimensi kehidupan yang lain itu benar adanya akan tetapi yang perlu kita bahas atau tinjau adalah dimensi kita atau dimensi perjalanan manusia dibumi ini.
Energi AMA setiap saat selalu mengontrol perjalanan kehidupan dimensi-dimensi kehidupan itu, sehingga kehidupan dimensi-dimensi itupun tidak akan pernah lepas dari kekuasaan AMA. Dengan demikian bagi kehidupan kita yaitu bagi yang mendapt ijin dan restu AMA sebagai pemilik kehidupan dan pengendali dari energi alam, yang sekaligus sebagai pemegang hak kehidupan pasti perjalanan kehidupan insan Syahbandar Kari Madi akan dijaga dan terjaga dalam situasi atau kondisi apapun dari segala niat yang tidak baik dari dimensi-dimensi dan unsur-unsur kehidupan yang lain yang membahayakan atau mencelakakan kehidupan kita artinya kita kita akan selamat dan mulia dalam kehidupan lahir dan dimata kehidupan para bathin.
Jadi kesimpulan fase kedua adalah energi Syahbandar Kari Madi membentuk makhluk pertama yang menyesuaikan diri dengan alam dan mampu mengendalikan alam dengan kekuatan hatinya. Dimanakah AMA bersemayam ? yaitu didalam bumi tentunya dan masih hidup energi yang kekal tidak bisa dimusnakan. Dan Insya Allah hanya ridho dalam naungan nama Syahbandar Kari Madi, kehidupan kita bisa melakukan persesuaian dengan alam, bisa senyawa dengan alam sehingga kita benar-benar memahami apa maunya alam, dan sesuai dengan kehendak energi pemilik kehidupan dengan ijin dan restu AMA sehingga kita punya hak kehidupan yang sebenarnya dan bisa hidup enak sebagai tuan rumah di bumi ini. Jadi energi Syahbandar Kari Madi ini merupakan suatu kesimpulan dari kekuatan dunia.

2.1. Konsep Program AMA pada Kejadian Dimensi Manusia.
Konsep AMA dalam menciptakan tatanan kehidupan dimuka bumi ini, yaitu dengan menciptakan 5 (lima) kejadian manusia sebagai pengisi tatanan dan infrastruktur bumi ini. Lima kejadian manusia tersebut diantaranya adalah :
2.1.1. Kejadian Manusia Tionghoa
(Peradaban China)
Kejadian manusia golongan ini berada didaratan China pada benua Asia di bumi ini. Ciri dan orientasi kehidupannya adalah berpatokan kepada mengolah potensi alam, terutama sekali perhatiannya kepada sifat-sifat budaya agraris atau ahli mengolah pertanian alias peradaban mereka lebih ber-orientasi kepada alam mainded.
2.1.2. Kejadian Manusia Amerika
(Peradaban Barat)
Kejadian manusia golongan sangat luas penyebarannaya, terutama banyak hidup di daratan Amerika dan Eropa, jenis etnisnya pun juga cukup banyak dan kebanyakan dari bangsa kulit putih dan keturunan Yahudi. Ciri dan orientasi peradaban golongan ini adalah senang mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai alat atau instrument terhadap terhadap perkembangan peradaban kehidupan mereka. Jadi kehidupan manusia Amerika ber-orientasi kepada iptek sebagai manusia tekhnokrat.
2.1.3. Kejadian Manusia Indonesia
(Peradaban Nusantara)
Kejadian manusia Indonesia yang bertempat di daratan Nusantara dimana asal-usulnya daratan tersebut asalnya satu dan terpecah akibat meluapnya air lauatan. Ciri dan orientasi golongan ini kepada peradaban keyakinan spiritual. Cirinya masih banyak acara ritual peradaban mereka yang berbau magis dan sakral. Dan dari golongan kita juga yang memang dipasrahi sebagai pemegang kekuatan spiritual (ilmu bathin dan ghaib tertinggi) dimuka bumi ini. Makanya ilmu SKM turun di Indonesia yang memiliki wadah spiritual yang tinggi dan kuat sehingga di lambangakan dengan warna hitam yang mengandung makna misteri illahi.
2.1.4. Kejadian Manusia Rusia
(Peradaban Rusia)
Kejadian manusia dari golongan ini berada atau hidup di darataan benua Rusia yang mayoritas memiliki struktur geografis dekat kutub dan bermusim salju. Ciri dan orientasi peradaban mereka adalah makhluk manusia yang penuh rahasia, bahkan system yang diciptakan dalam kehidupan perdaban mereka dalam manajemen system yang sangat rahasia pula dan terkenal dengan budaya system agen rahasia, artinya golongan manusia yang penuh rahasia. Tidak seorangpun mengetahui maksud dari kehidupan orang Rusia hingga saat ini masih menjadi rahasia yang belum diketahui.
2.1.5. Kejadian Manusia Arabia
(Peradaban Arabia)
Kejadian manusia dari golongan ini berada atau hidup didaratan benua Asia bagian barat (semenanjung Arabia), kebanyakan dari golongan bangsa Arab. Yaitu ciri dan orientasi peradaban mereka adalah orientasi manusia agama. Terkadang dikatakan aliran golongan aliran putih (sesuai agama atau aturan hidup dalam peradabannya).
Sifat dari kelompok kejadian manusia terebut disesuaikan dengan karakter dan geografis kelompok masing-masing lapisan energi AMA yang mengkonsepkan kejadian mereka kearah itu. Sehingga akhirnya kelima kejadian kelompok manusia tersebut terpaksa harus kembali kepada energi AMA sebagai yang mensutradarai kejadian mereka.

3. FASE KETIGA
(TERJADINYA PERADABAN LAUTAN)
Setelah sejarah kejadian manusia berkembang pada saat itu dan kehidupan bumi mulai ramai, maka terjadilah suatu kebiasaan kehidupan atau budaya peradaban terbentuk secara alami. Maka sejak saat itulah mulai terbentuknya peradaban manusia. Tentunya kehidupan manusia pertama kali bertempat dipesisir atau didaerah pantai tepi lautan, karena pada saat itu yang lebih bisa terjadinya satu kehidupan manusia, Cuma ditepi pantai atau yang disebut pesisir dengan orientasi peradaban lautan. Dimana pada saat itu adalah tidak mungkin apabila mereka memilih kehidupan di daratan atapun di pegunungan karena daratan dan pegunungan pada saat itu masih berupa hutan belantara dan masih sangat berbahaya dijadikan tempat kehidupan mereka, sedang akal dan pengetahuan dari pengalaman mereka masih belum mampu untuk mengelolah potensi daratan. Kalau dilautan sangat mudah dilakukan untuk sekedar berkarya membuat perahu dari kayu sebagai alat transportasi baik untuk mencari potensi hasil lautan, atau pun sekedar suatu mencari kondisi lain antar pulau dan kepentingan yang lain. Dan hal ini mereka lakukan sesuai dengan naluri alami kehidupan yang berjalan apa adanya.
Maka dengan semakin ramainya kehidupan mulailah muncullah fase peradaban lautan yang mana kekuatan mereka adalah menjadi jago-jago tempur lautan dalam ekspansi kekuasaan mereka. Dan terbentuklah peradaban saat itu dengan ciri sentralisasi kekuasaan jago laut, dimana kekuasaan mereka berpusat dikapal-kapal. Selain itu jago laut tersebut sangat terkenal dengan suatu kekuatan bermagis, mereka sangat ahli strategi dengan kondisi dengan pertahanan kelautan (maritime). Jazirah-jazirah kekuasaan mereka adalah seluas lautan, dimana mereka telah menyatakan diri bahkan mengakui bahwa mereka itu sebagai maha raja penguasa lautan yang kurang lebih kekuasaanya tiga perempat dari pada seluruh permukaan bumi ini, atas dasar wilayah atau tempat kekuasaan penguasa lautan yang memang benar-benar menjadi raja penguasa lautan.
Akan tetapi setelah perjalanan sejarah kemasyhuran dari kejayaan manusia dalam peradaban lautan, dan oleh sebab suatu kondisi pada saat itu, jago-jago lautan tersebut saling berebut kekuasaan dengan mengadu kekuatan magis masing-masing, sehingga kehidupan peradaban berubah menjadi perdaban barbar, arogan dan tidak bisa dikendalikan lagi. Karena sebab itulah maka muncul energi AMA pada saat itu untuk memberhentikan pola sikap peradaban lautan tersebut yang tidak sesuai dengan nilai nurani luhur kemanusiaan, dan yang mengakibatkan kehancuran jati diri makhluk yang paripurna. Dengan diakhiri pertarungan energi AMA yang muncul melalui media seorang anak muda berperawakan sederhana yang kita sebut sebagai AMA Syahbandar, mengalahkan kemaharajaan penguasa lautan yang menganggap dirinya siap menjadi penguasa alam. Sehingga pada waktu itu klimaks dari kekalahan penguasa kemaharajaan maritime tersebut merupakan akhir dan oleh anak muda tersebut, merupakan akhir dari hilangnya peradaban di lautan.

4. FASE KEEMPAT
(TERJADINYA PERADABAN DARATAN)
Setelah hilang dan berakhirnya peradaban lautan dan pola kehidupan mereka sudah berpindah kedaratan, maka kehidupan manusia pada waktu itu sudah mulai menyebar disemua jazirah daratan termasuk daerah dataran tinggi atau pegunungan dan daerah dataran rendah atau daratan ramai. Maka mulailah saat itu daratan jadi ramai, sehingga terjadi pola suatu pola budaya dan peradaban yang sesuai dengan kondisi yang ada di daratan pada waktu itu. Dan saat itu pula maka sejarah perjalanan dari peradaban dimuka bumi sudah bisa diabadikan dalam sebuah tulisan alias sudah bisa dicatat oleh sejarah, karena banyak bukti-bukti sejarah peradaban tersebut yang masih bisa dicatat. Sedangkan bukti-bukti dari sisa peradaban lautan tidak bisa tercatat karena sudah banyak yang tenggelam dilautan, alias hilang tidak berbekas.
Fase proses energi kejadian Syahbandar Kari Madi ke empat ini adalah fase peradaban daratan dimana terbagi menjadi peradaban yang ada di dataran rendah alias daratan ramai dan peradaban yang ada di dataran tinggi alias pegungan. Setelah terjadinya kedua peradaban tersebut membentuk suatu kekuasan dengan wilayah kekuasan masing-masing, maka terjadi pula perseteruan kekuasaan antara dataran rendah dengan dataran tinggi dengan eksploitasi kekuasaan barbar diantara kekuasaan dikedua wilayah tersebut.
Dengan munculnya penguasa-penguasa dataran tinggi dan dataran rendah yang sudah tidak terkendali pada waktu itu, dan sifat arogan mereka mulai merendahkan nilai-nilai etika kehidupan dan kemanusiaan, baik itu nilai budaya atau nilai agama yang telah ada pada saat itu, mereka telah menjadikan nilai-nilai tersebut hanya dijadikan keyakinan-keyakinan seremonial belaka atau dijadiakan sebagai media atau instrument guna mengeksploitasi kekuasan mereka melalui cara yang tidak beradab, sehingga pada saat itu muncullah energi AMA untuk menyelesaikan konflik pada daratan. Yaitu dengan diakhirinya pertarungan kedua tokoh dataran antara tokoh dataran tinggi atau pegunungan disebut Bang Kari sebagai jago membuat orang mati dengan perasaan nyeri, dengan jago dataran rendah alias wilayah ramai yang disebut Bang Madi sebagai jago pukul yang handal cepat membuat orang mati pula. Dan pertempuran tersebut tidak ada yang mengeahui siapa pemenangnya. Disilah mulai dikatakannya energi kami adalah energi Syahbandar Kari Madi berdasarkan kekuatan AMA Syahbandar dilautan, Bang Kari di pegunungan, Bang Madi didaratan.
Jadi untuk terjadinya pertarungan besar di didaerah Cianjur wilayah Sukabumi, tepatnya ini, disutradarai oleh seorang juragan penghulu K.H Mama’ Mansyur sebagai seorang Ulama besar di Jawa Barat pada saat itu, dimana beliau mengkonsepkan terjadinya pertarungan ketiga jagoan tersebut. Karena pada waktu itu beliau merasa terusik oleh kedatangan 3 (tiga) tokoh jagoan tersebut, sehingga energi AMA melalui media seorang anak muda berperawakan sangat sederhana dan disaksikan oleh para tokoh dunia persilatan dan pemegang kekuasaan namun pada akhirnnya dalam kejadian tersebut semua saksi mata meninggal dunia, karena terimbas oleh setrum kekuatan energi kesaktian mereka, yaitu pada saat ketiga jagoan tersebut terjadi pertarungan hebat selama tujuh hari tujuh malam. Termasuk K.H Mama’ Mansyur itu sendiri sampai lelah ketiduran menyaksikan kehebatan dan lamanya pertarungan mereka. Dimana ketiga tokoh tersebut akhirnya hilang atau lenyap musnah tanpa ada bukti jasad yang tertinggal dan tidak diketahui siapa pemenanganya. Konon katanya kedua tokoh daratan tersebut kalah oleh AMA Syahbandar dari lautan.
Itulah latar belakang dari sebutan istilah Syahbandar Kari Madi sebagai latar belakang sejarah dalam proses perjalanan terbentuknya sisi-sisi peradaban yang pernah ada dimuka bumi, dan sampai detik ini kekuatan energinya masih berpengaruh kuat didalam mengendalikan situasi dan kondisi kehidupan kita sekarang ini. Rahasia inilah yang belum terbuka sebagai sebuah misteri kehidupan yang turut menentukan visi-misi kehidupan dimuka bumi. Dan kehidupan ini harus mampu menyesuaikan diri dengan sifat dan keinginan ketiga tokoh pendahulu terkemuka yang sangat sakti dan berhasil menjadi pendahulu dalam perjalanan peran mereka dalam proses terjadinya peradaban manusia dimuka bumi ini.
Terhadap tokoh-tokoh dibumi adalah tugas kita pertama untuk mengembalikan ketokohan mereka untuk menjadikan jatidiri Syahbandar Kari Madi, sebagai penghormatan atas perjuangan ketiga tokoh terdahulu yang telah mengawali perjalanan sejarah kehidupan kita. Ketiga tokoh terdahulu tersebut sebagai pendahulu yang telah menciptakan peradaban yang didasari oleh kekuatan energi atau kekuatan hati atau kekuatan spiritual mereka, sehingga dengan niat dan ijin restu mereka sebagai leluhur manusia terdahulu yang telah berhasil meletakkan dasar kehidupan dan terciptanya peradaban manusia dimuka bumi ini, supaya kita bisa menjalani kehidupan yang akan datang kondisi kita jadi enak dan tenang penuh kedamaian, setelah direstui oleh mereka.
Tugas kita kedua untuk mencari apa dan bagaimana visi-misi AMA Syahbandar, Bang Kari serta Bang Madi sebagai leluhur yang masih berperan dan punya peranan kuat akan energi mereka didalam mengendalikan kehidupan ini, dimana beliau-beliau itu adalah sebagai guru bathin kita bersama. Sehingga dengan demikian kita akan hidup dimuka bumi ini menjadi aman atas restu dan ridho dari beliau. Tentunya dengan melalui pola persesuaian atau persenyawaan dengan empat unsur alam sesuai dengan apa yang diimplementasikan oleh keilmuan Syahbandar Kari Madi.
Kenapa wilayah tempat bertarungnya ketiga tokoh tersebut di Cianjur ? yaitu karena keterlanjuran dari sebab adanya pertarungan tersebut. Dan kenapa sejarah yang khusus ini tidak bisa tercatat dalam cerita legenda sejarah leluhur kita terdahulu ?. karena mereka sebagai golongan manusia-manusia berjiwa besar dan sangat mungkin jika tidak bisa disaksikan atau dicatat dalam sejarah manusia biasa. Karena laku lampau mereka memiliki suatu sifat perilaku hikmah yang sangat tinggi dan luhur.
Akhirnya dalam kehidupan ini kembalilah kita akhir dari proses kejadian manusia masing-masing sehingga berkembanglah peradaban globalisasi dengan spesifikasi sesuai dengan tempat, karakter dan sifat alam geografisnya masing-masing. Seperti peradaban China terkenal ahli filsafat kehidupan , peradaban Amerika sebagai ahli teknokrat, peradaban Yunani terkenal dengan akrobat, peradaban Rusia menjadi telah kiamat dan banyak hikmah, peradaban Arabia terkenal dengan nilai agamisnya melalui perilaku sholat, peradaban Nusantara dikenal dengan budaya silat dan syafa’at. Dan semua itu akan kembali dikendalikan oleh energi AMA Syahbandar Kari Madi sebagai pemilik kehidupan dan energi yang membentuk kejadian dimensi kehidupan dialam bumi ini

5. FASE KELIMA
(PERADABAN GLOBALISASI)
Perkembangan energi Syahbandar Kari Madi versi kelima dalam sekarang atau diera globalisasi dan jaman keterbukaan ini, dimana masing-masing kelompok kejadian manusia telah teramat istimewa berkarya untuk menata ini dunia, yang masih dalam kurungan koriidoor system (kuasa dan dhuafa, kaya dan miskin, konsep lara dan pati, bermartabat dan terhina dan lain sebagainya). Kita harus berani berani memulai jaman peradaban tinggi atau luhur dimana system kekhalifaan dengan motto syurga yang “Insun Rahayu Balarea Waluya” (yaitu mengandung arti : “Kami Selamat, Kalian Semua Pasti Termulyakan”).
Untuk mencapai dan demi terciptanya keadaan seperti itu, maka energi AMA Syahbandar Kari Madi sebagai solusi kehidupan, atas dasar takdir turun sebagai petunjuk illahi dibawah Pimpinan seorang Guru Bathin yaitu : Guru Besar lima Syahbandar Kari Madi (disebut :GB V SKM) sebagai pelatak dasar tatanan keilmuan handal-profesional dan universal, dengan maksud dan tujuan memberi tujuan formula inti jurus lima Syahbandar Kari Madi yang dimiliki dan diamalkan oleh AMA Syahbandar Kari Madi dalam proses persenyawaan dengan empat unsur alam sebagaimana dalam versi kedua untuk membentuk jaman baru dan yang akan datang bermottokan “Insun Rahayu Balarea Waluya” di seluruh penjuru dunia, atas dasar pemberi ijin global dari pemilik bumi pertama.

Satu Tanggapan to “SEJARAH AWAL SYAHBANDAR KARI MADI”

  1. Holil Ahmad Says:

    Insun Rahayu.. Sy merasa senang sekali dengn adanya web site untuk perguruan Syahbandar Kari Madi (SKM) ini. karena dengan adanya web site ini, kita bisa terus menerus mengikuti perkmbangn perguruuan dn kita bisaling tukar pikiran antara Annggoota SKM. Saya dari Smpang Madura.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: